A Shot of Me

Showing posts with label Seafood. Show all posts
Showing posts with label Seafood. Show all posts

Friday, January 12, 2018

Cakalang Woku Belanga

Saya pernah menulis resep Ikan Woku sebelumnya,
Resep yang ini saya sesuaikan kembali dengan takaran yang berbeda dan menggunakan fillet ikan cakalang yang bersih dari duri, sirip dan kepala.



Cakalang Woku Belanga
By: Lia
Bahan:
700 gr fillet ikan (bisa pakai bukan fillet)
200 gr tomat, iris2
3 tangkai daun bawang, iris2
5 tangkai kemangi, petik daunnya
3 gelas air panas
Air jeruk limau atau lemon cui (optional)
Minyak untuk menumis
Bumbu Halus:
10 butir bawang merah, tumis matang
6 butir kemiri, goreng
9 gr jahe
12 gr kunyit
6 buah cabe merah (bisa ditambah cabe rawit)
1 sdt garam
Rempah Daun (bisa dimasukkan utuh atau diiris halus)*:
2 lembar daun pandan
2 lembar daun kunyit
8 lembar daun jeruk
3 tangkai sereh
Cara:
Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga matang
Masukkan potongan fillet ikan, tumis hingga berubah warna
Tuangi air panas, tambahkan Rempah Daun, simmering15 menit
Tambahkan irisan tomat, lanjutkan simmering hingga kuah menyusut dan mengental
Masukkan air jeruk (opt), daun bawang dan kemangi, didihkan sebentar aja lalu angkat dan siap disajikan.
*/note:
Rempah daun jika diiris halus gunakan sereh bagian putihnya yg tidak keras, daun pandan dan daun kunyit yang tidak terlalu tua sehingga tidak keras saat dimakan tapi juga jangan pilih yang muda krn aromanya kurang keluar.
Sebelum dimasak lumuri ikan dengan air jeruk dan diamkan 10 menut lalu bilas, untuk mengurangi amis ikan.

Sunday, April 30, 2017

Pempek

Saya penggemar berat pempek palembang khususnya pempek adaan dan pistel but unfortunately di Sby belum perna nemu penjual pempek yang enak. Seperti halnya resto padang, saya baru ngerasain yang enak kalo di Jkt 😜
Mungkin krn heterogenitas warga Jkt yg banyak sekali perantauan asli daerah sehingga kuliner daerah yang ada di Jkt lebih "otentik" resep khas daerah masing2 untuk melayani komunitas warga perantauannya.
Uda lama pengen banget bikin pempek yang enak, cuko yg juga enak dan kental. Akhirnya kesampaian juga bikin sendiri 😘 Sementara baru bikin lenjer dan adaan, next time mo bikin pempek pistel. Hasilnya alhamdulillah enak, cukup mengobati kekangenan makan pempek yang sulit diobatin kalo di Sby 😂



Pempek
By: Lia F. Dewi
Bahan:
300gr fillet ikan, setengah beku
250gr air, didinginkan setengah beku
+/- 300 gr tepung sagu yg bagus
Biang:
1.5 - 2 sdm terigu
1 siung bw putih dihaluskan
1 sdm minyak
75 ml air
2 sdt garam /secukupnya

Cara:
Buat biang terlebih dahulu. Air, bawang putih, minyak dan garam direbus mendidih, masukin terigu & aduk, masak sampe kalis, matikan api & dinginkan.
Ikan, air es dan biang digiling, pindahkan ke baskom, masukin sagu sambil diuleni dg sendok kayu sampe konsistensinya bisa dibentuk (300gr sagu kmrn masih nyisa, gak semuanya masuk).
Bentuk adonan jd lenjer ato kapal selam (pake plastik oles minyak, ato pake tangan berlumur sagu).
Rebus di air mendidih, tiriskan kalau uda mengapung (uuntuk lenjer besar pastikan sudah benar2 matang).


Pempek Adaan
Bahan dan cara sama, tetapi air diganti santan (dibuat setengah beku juga).
Tambahkan ke adonan:
bawang merah dan daun bawang, diiris, remas sebentar dg sedikit garam hingga layu.
Adonan dibentuk bola2 dg dua sendok langsung masuk ke minyak (panas sedang), goreng hingga matang.
*note: buat pempek adaan, next time menambahkan putih telur saat menggiling ikan.

Cuko ga bikin sendiri, masi ada sisa stok di friser hehehehhh... tar kalu bikin sendiri saya posting yaa..

Sunday, April 16, 2017

Sate Lilit Ikan

Beberapa kali bikin sate lilit dg resep berbeda tapi rasanya belum pas, sampe dapet contekan dari mb Camelia Raisya .
mumpung long wiken dan punya fillet ikan, bikin deh. Taraaaa... rasanya ennnakkk !! menyimak bumbu2nya, rupanya terasi yang jd rahasianya 😁

Btw saya pake terasi dari Lombok, yang hosip2nya masakan Lombok dan Bali ga akan bisa dicontek rasanya kalo ga pake terasi asli Lombok.

Oiya karena ga punya batang sereh jadi pake tusuk sate biasa. Sedikit modif: skip udang dan daun salam, kurangi takaran kelapa, menambahkan sereh ke bumbu halus.
Thanks mb Camel sharingnya, jazakillah khayr 😘

*cheating day, saya makan sate ini dg nasi dan sambel matah pakai vco 😎✌


Sate Lilit Ikan
Sedikit modif dari resep Camelia Raisya
Bahan:
300 gr fillet ikan, giling halus
1/4 butir kelapa parut (setengah tua)
Batang sereh
Bumbu halus:
2.5 cabe merah
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
3 butir kemiri
3 cm kunyit
3 cm jahe
3 lembar daun jeruk
5 cm sereh bagian putihnya
1/2 sdt merica bubuk
1/4 sdt terasi
1 sdt garam
2 sdt gula palem
1 sdm air asam jawa
Cara:
Semua bumbu dihaluskan, ditumis sampai matang.
Campur bumbu tumis, ikan giling dan kelapa parut.
Kepal di batang sereh bentuk bulat panjang, kerjakan sampai adonan habis, panggang hingga matang.

Sambel Matah, iris semua:
Bawang merah, cabe rawit, sereh (putihnya), daun jeruk.
aduk dg sejumput garam hingga bawang agak layu, tambah sedikit vco & aduk rata.

Saturday, March 15, 2014

Pepes Ikan Patin

Ikan patin sebenernya bukan jenis ikan yang familiar di keluarga besar saya. Keluarga saya mengidolakan ikan laut, untuk ikan tambak hanya suka ikan bandeng dan ikan mujair. Ikan air tawar? Never been introduced to us, my mom only cooked what my grannies taught her. Well, selera saya tentu saja lalu melebar seiring perkembangan jaman. Huhuhu... baru denger ya selera makan berkaitan ama perkembangan jaman, susah cari istilah yang tepat gituhhh... Jadi kalo makan di luar sih saya masih bisa aja enjoy makan ikan gurami, ikan lele, ikan mas, ikan patin. Saya kan... predator, whuahuahuahahahaa... :))
Pertama mengenal ikan patin, rasanya ruaaar biassaaahhh... Makan pepes patin pake bumbu jangkep warna kuning buatan tetangga. Ikannya lembuut dan berlemak, seketika jatuh cinta. Beberapa hari kemudian saya menghambur ke pasar menjemput sekilo ikan patin di tukang ikan, hasrat tak terbendung pengen masak pepes patin sendiri. Ngliat potongan dagingnya yang oranye cantik makin semangat banget deh ngolahnya, masi brasa enaknya pepes patin tetangga. Ikan patin sekilo saya masak semua sekaligus. Maklum ya pemirsa, saya kan selebritis yang sangat sibuk jadi saya pengikut ide sejuta umat: kalo masak sekalian banyak, dibungkusin per porsi dan disetorin friser, tinggal manasin aja per porsi kalo mo makan. Maka pepes patin perdana hasil kerja keras saya jadi 6 bungkus cukup untuk variasi menu dua minggu. Hepi banget. Setelah beberes dan membakar sebungkus untuk makan siang, disajikan dengan sepiring lalapan dan jus timun, berdua hubby kita antusias nyendok pepes dengan inspirasi "makan siang yang nikmatttt". Begitu masuk sesuap......

"dek, ini ikan patin?" tanya hubby sambil ngrenyit
...... (saya ga bisa jawab, sibuk melepeh dan cari air putih)...
"rasanya kok gini"
"iyah yank.. uda gausa dimakan, brasa makan lumpur"
#dhueeenggggg....!!! gubraks glodhak krompyanggggg

Whuahuahuahahahahaa.... pepes patin perdana saya rasanya beneran tak terlupakan! Saya mendapatkan sekilo ikan patin yang saaangaaaat baaau lumpuuuur bangeettt pemirsaaahhh....!!!! Sejak itu saya trauma masak ikan patin sendiri. Saya nanya ke temen2 gimana milih ikan patin yg ga bau lumpur, pada ga tau juga krn emang ga ada ciri fisiknya ikan bau lumpur hihihi... rata2 malah ga perna kejadian dapet ikan patin bau lumpur. Ada juga Mb Emma Isti yang kasi tips beli ikan patin idup lalu dipiara di ember dulu dengfan sering ganti air tiap hari biar bau lumpurnya terbuang, ahaaayyy... ribetnyaa... Dan saya masih tetep suka makan ikan patin di luar, pepes maupun dibakar. Saban ke pasar nanya ke tukang ikan "mas, patinnya bau lumpur gak?". Dijawab "nggak bu, dicoba aja". Eiittsss.... trauma saya belum sembuh, mending beli mateng aja deh.

Kejadian itu adalah 4 tahun lalu.

Sebulan lalu saya membulatkan cita2 saya untuk mencoba lagi, saking gemesnya kalo liat temen2 yang bisa pamer asem2 ato pepes patin buatannya sendiri. Masak saya masih miara trauma sih..? :P Okaay, jadilah ke pasar lagi, beli ikan patin lagi, diolah lagi dengan semangat lebih membara daripada 4 tahun lalu. Dibumbuin dengan royal karena hubby suka pepes yang banyak bumbunya. Dibungkus bbrp lapis daun pisang dan tentu saja finishing dengan dibakar di cobek tanah liat yang ditangkringin diatas kompor hingga lapisan luar daun pisang menjadi gosong.


Ketika disajikan, pepes ini mengadopsi semua keistimewaan rasa perpaduan 4 elemen: ikan patin yang kaya kaldu dan lemak, bumbu yang kaya rempah, daun pisang berlapis2 yang mengering terbakar perlahan dan asap khas bakaran tembikar tanah liat, menghasilkan rasa dan aroma yang..... oh it's damn hot...! sexy....!!!
Puaaas rasanya bisa makan pepes patin buatan sendiri, dengan bumbu dan gaya warisan keluarga. Ummi yang dulunya rada antipati dengan ikan air tawar pun jadi ikut ketagihan ikan patin lohhh, assiiikkkk.... Dan sejak itu Pepes Ikan Patin menjadi menu favorit yang harus dimasak sendiri di dapur kami :)



PEPES IKAN PATIN
By: Alya's Kitchen
Bahan:
600 gr ikan patin (clean cut)
200 gr tomat, cincang
Daun pisang secukupnya dan lidi, untuk membungkus
Bumbu Halus:
12 butir bawang merah
7 siung bawang putih
6 buah cabe merah
4 cm kunyit
3 cm jahe
2-3 butir kemiri
6 lembar daun jeruk
Garam dan gula secukupnya
Cara:
Aduk bumbu halus, tomat cincang dan potongan ikan.
Bungkus setiap beberapa potong ikan dalam 3 lembar daun pisang yang ditumpuk jadi satu, gulung dan semat lidi dengan rapi. Kerjakan hingga habis.
Tata bungkusan pepes di cobek tanah liat, bakar diatas kompor api medium sambil sesekali dibalik hingga daun mengering dan gosong pada lapisan luar. Matikan api dan diamkan hingga hangat.
Sajikan dengan lalap sayuran mentah ataupun rebus :)
Note:
Jika bumbu halus diproses dalam blender dengan penambahan air, panaskan lebih dahulu bumbu halus di wajan (tanpa minyak) hingga cukup kesat baru dicampur dengan ikan dan tomat cincang.

Monday, February 10, 2014

Kepala Cumi Sambal Hijau

Saya jarang banget bikin cumi masak hitam. Setiap handling cumi terutama yang besar, hampir selalu saya bersihkan seksama dengan membuang kulit ari, kantung tinta, mata dan semacam bola yang ada di dalam bagian tengah kepala. Clean cut. Lalu saya pisahkan badan, sayap dan kepala. Badannya mo dimasak apaaa aja deh, calamari ring, tumisan, kari, tom yam dll. Sayapnya biasanya saya biarin ngumpul dulu karena bagian ini bukan bagian favorit, cenderung cepet keras, jadi setelah ngumpul baru saya blender ato cincang bersama ikan dan udang untuk jadi isian lumpia seafood ato digoreng jadi bola2 seafood yang disajikan dengan mayo manis. Nah... khusus kepala, paling suka saya goreng tepung. Enaks..enaks..enaks, lenbih enak dari badan cumi. Tapi seenak-enaknya pun ada bosennya juga kan kalo digoreng terus, nah kali ini saya olah deh si kepala cumi jadi tumisan yang bikin kalap sampe ngabisin nasi anget berpiring-piring hahahayyy... Kepala cumi ditumis dengan sambal cabe ijo, kentang goreng dan taburan teri medan, tak lupa pete sebagai bintang tamu. Rasanya...? Sedeeebbbbbbb bangeeeeetttt......! Mau coba?

KEPALA CUMI SAMBAL HIJAU
By: Alya's Kitchen
Bahan:
500 gr kepala cumi lengkap tentakelnya, lumuri dg garam & air jeruk, diamkan 30mnt di kulkas, bilas
5 siung bawang putih, iris2
1 buah tomat hijau, cincang kasar
15 biji pete potong dua
300 gr kentang, kupas, potong dadu & goreng
2 sdm teri nasi/medan goreng
Minyak goreng seecukupnya
Garam & sejumput gula pasir
Bumbu Sambal, tumbuk kasar:
150 gr cabe ijo
Cabe rawit ijo secukupnya
150 gr bawang merah
1/4 sdt terasi matang
Cara:
Blansir kepala cumi dengan air mendidih sebentar, tiriskan
Goreng kepala cumi dengan minyak, asal matang aja, sisihkan
Tumis bawang putih hingga layu dan matang
Masukkan pete dan bumbu tumbuk, tumis hingga wangi dan matang.
Tambahkan garam dan sedikit gula pasir, aduk rata
Masukkan kepala cumi dan tomat cincang, masak hingga tomat layu
Masukkan kentang goreng, aduk rata hingga menyatu
Tambahkan teri goreng, aduk rata, angkat dan transfer ke piring saji. Siap disajikan.

Thursday, January 02, 2014

Mussels & Potato Salad

Lahir di Surabaya membuat saya familiar dengan aneka seafood. Ikan, udang, cumi hingga aneka moluska laut yang banyak sekali jenisnya sering tersedia di pasar. Saya sangat menyukai beragam jenis kerang dan moluska2 bercangkang lainnya seperti lorjuk, tiram, simping, kupang (mussels). Yang disebut terakhir bahkan menjadi makanan khas Surabaya yaitu Lontong Kupang. Kalo lagi musim nih, kupang jenis besar2 banyak tersedia di setiap pasar dan yang paling menyenangkan kita ngga perlu repot2 mengupas cangkangnya karena kupang uda dijual tanpa kulit. Hepiii banget kalo uda nemuin kupang besar yang gemuk2 warna orens, siap ditumis kecap, dibikin sate kecap atau digoreng tepung. Rasa kupang gurih dan lembut, tidak liat seperti kerang juga cocok untuk dijadikan salad. Ditumis sebentar dengan bawang, paprika dan kentang lalu dicampur dengan sayuran segar. Mau coba? Yuukkk...





MUSSELS & POTATO SALAD
By: Alya's Kitchen
Bahan:
1 genggam mussels (kupang) kukus *
200 gr kentang kecil, kukus dan kupas
1/4 buah paprika merah, iris2
2 siung bawang putih, cincang
4 butir bawang merah, cincang
minyak untuk menumis
merica bubuk, garam dan gula secukupnya
3 sdm air/kaldu
Sayuran segar:
Iceberg lettuce, iris kasar **
Timun, iris tipis atau diserut
Cara:
Panaskan minyak, tumis bawang merah dan putih hingga layu
Masukkan paprika, tumis satu menit
Masukkan tiram, air/kaldu, garam gula dan merica, tumis 2 menit
Tambahkan kentang, teruskan menumis 3 menit lagi.
Tata sayuran di piring, siram dengan tumisan.
Sajikan segera.
Note:
*mussels/kupang bercangkang dicuci bersih, kukus 5 menit dengan api besar diatas air yang telah mendidih. setelah dingin keluarkan dari cangkangnya dan siap diolah. Kalo di Sby banyak dijual di pasar sudah tanpa kulit.
**iceberg lettuce atau selada bokor, utuhnya berbentuk bulat seperti kubis, renyah dan sering jadi pelengkap isian burger atau coleslaw. bisa diganti selada biasa.

Thursday, September 20, 2012

Rempeyek Udang

Rempeyek Udang ini enak banget dimakan ama sayur asem dan sambel terasi hmm... sluurppp. Crispyyyyyy dan gurihhhh, bumbunya simpel seperti rempeyek pada umumnya. Nyaris ngga ada trik khusus untuk menghasilkan rempeyek udang yang garing renyah. Cukup pakai kombinasi tepung beras dan tepung terigu, lalu menggorengnya dengan minyak banyak, panas yang cukup dan adonan dituang dengan sendok sayur. Gampang kan...!


REMPEYEK UDANG
By: Alya's Kitchen
Bahan:
200 gr udang ukuran kecil (jangan terlalu kecil juga sih yaa..), buang kepalanya aja
60 gr tepung beras
40 gr tepung terigu
2/3 sdt garam /secukupnya
125 ml air es /secukupnya (sampai kekentalan yang pas)
Bumbu Halus:
2 cm kunyit
2 siung bawang putih
3 butir kemiri
3-4 lembar daun jeruk
1/2 sdt ketumbar bubuk (atau 3/4 sdt ketumbar utuh sangrai)
Cara:
Aduk udang dengan bumbu halus dan garam, diamkan 10 menit di kulkas.
Campur tepung beras dan terigu jadi satu, masukkan ke dalam udang berbumbu secara bertahap sambil dituangi air es dan diaduk2 hingga rata (kekentalan adonan adalah sedikit lebih encer dari adonan crepes).
Panaskan minyak cukup banyak di wajan, setelah panas (diuji dengan tetesan adonan yg langsung berbuih mengapung), tuangkan 1 sendok sayur adonan udang dari pinggir wajan menjadi lembaran tipis yang langsung berbuih di permukaan, kecilkan api ke medium, goreng sampai kering (dibalik sekali aja jangan terlalu sering).
Kerjakan hingga adonan habis, sajikan hangat.

Ikan Masak Woku

Woku adalah masakan khas manado, yang diambil dari nama Daun Woka. Dalam sejarah kulinernya, daun woka dijadikan alas memasak masakan yang kaya akan aneka rasa dan aroma rempah. Masakan ini terutama menggunakan bahan dasar seafood (ikan, kepiting/rajungan, udang, cumi) tapi ada juga yang menggunakan ayam. Ada dua versi woku yaitu Woku Belanga (dimasak berkuah dengan belanga/panci) atau woku daun (dimasak kering dengan bungkus daun seperti pepes). Bumbu yang digunakan dua versi ini sama, hanya cara memasaknya aja yg beda.

Favorit kami woku yang berkuah, dan saya prefer memasaknya dengan bahan ikan karena jenis seafood yang lain udah ada kapling favoritnya sendiri :)) Paling enak kalo pake jenis ikan yang kuat rasanya seperti tongkol/cakalang/tuna karena kuahnya menjadi lebih kaya rasa. Kepala ikan juga jadi bagian yang sangaaaat sedap untuk dijadikan woku, secara kepala ikan mengandung paling banyak kaldu daripada badannya. Jangan gunakan ikan yang berdaging lembut supaya tidak mudah hancur, karena proses memasak woku cukup takes time untuk menghasilkan citarasa prima.

Paduan rasa gurih sedap asam segar dan wangi aneka rempah daun, membuat saya dan suami nggak bosan nyruput kuahnya :) Tapi ada sedikit perbedaan selera, suami lebih suka kuah yang clean tanpa "gangguan" macam2 irisan daun, sementara saya justru suka sekali menikmati aneka irisan rempah daun yang telah melunak dan menyatu dengan rasa bumbu nan sedap. Jadinya, saya lebih sering bikin woku dengan daun2 rempah yang saya biarkan utuh lalu menyisihkannya saat penyajian :)

Oh ya, boleh dicoba bikin woku dengan ikan asar/asap, waduuuhhhhhh..... dijamin bikin termehe-mehe bangeeeddd...!!!

IKAN MASAK WOKU
 
By: Alya's Kitchen
Bahan:

1 kg ikan, bersihkan dan potong2
100 gram tomat, iris2 (boleh tomat ijo kalau mau rada asam)
Garam dan sejumput gula
Air jeruk limau atau lemon cui, sesuai selera asam
800 ml air
Sedikit minyak untuk menumis
Bumbu Daun:
3 lembar daun pandan (pilih yg tidak terlalu tua), diiris halus
2 batang sereh, bagian putihnya diiris halus
5 lembar daun jeruk, iris halus
1 lembar daun kunyit, sobek dan simpulkan
3 tangkai daun kemangi, petik daunnya
4 tangkai daun bawang (spring onion), iris2
Bumbu Halus, goreng semua, blender jadi satu:
10 butir bw merah
10 cabe keriting (atau sesuai selera pedas)
3 cm jahe
5 cm kunyit
7 butir kemiri
Cara:
Panaskan minyak, tumis berurutan: daun pandan dan sereh, setelah wangi masukkan bumbu halus dan daun kunyit.
Tumis hingga semuanya matang, masukkan potongan ikan, daun jeruk, garam, gula dan air, didihkan.
Masak simmer tertutup selama 20 menit.
Buka tutupnya, tambahkan air jeruk limau/lemon cui dan tomat, masak selama 15 menit lagi atau sampai kekentalan sesuai selera.
Masukkan kemangi dan daun bawang, aduk sebentar, angkat dan sajikan hangat.
Note:
Daun pandan, sereh dan daun jeruk boleh dibiarkan utuh kalau tidak suka diiris halus. Bisa digeprak atau dicabik2 lalu disimpulkan.

Tuesday, September 18, 2012

Fish Roe in Light Curry Sauce

Seperti cerita yang udah udah, saya seneeeeng sekali beli ikan di pusat perkulakan seafood surabaya yaitu pasar pabean. Di sini berjibun pilihan aneka ikan dari yang kecil sampe besar2, dari aneka kerang, lorjuk, udang sampe cakalang, cuwe dan pari mentah yang besar2.

Sekian lama belanja di pasar pabean, baru kemarin saya tau ada satu kios kecil yang khusus menjual telur ikan. Mata langsung berkedip2 dan mengerling2 pada suami, secara kita berdua suka berebut kalo nemu telur di ikan yang kita makan :)) Yang dijual di kios ini jenis telur ikan yang butirannya kecil2 halus seperti pasir kasar (roe) maupun yg butirannya lebih besar (semacam caviar, tobiko). Biasanya terpaksa beli telur ikan di supermarket karena belum pernah ketemu dijual biasa di pasar. Kami berdua demennya jenis roe yang seperti pasir kasar, terbungkus dalam satu kantong selaput utuh besar. Sepertinya ini telur ikan tengiri dan ikan cuwe (trevally/giant trevally), atau ikan jenis lain saya kurang tahu karena untuk jenis ikan besar banyak juga yg bentuk telurnya berbentuk caviar. Kami kurang suka yg jenis caviar ini karena kalo mateng cenderung keras.

By default, hubby prefer telur ikan digoreng biasa. Tapi hari ini saya pengen mencoba telur ikan dimasak dalam kuah kari yang ringan tanpa terlalu banyak rempah, juga tanpa santan, plus tomat sebagai penyegar :)
Hasilnya? Beneran ennaaakkkk....!!!

FISH ROE IN LIGHT CURRY SAUCE
By: Alya's Kitchen
Bahan:

300 gr telur ikan tengiri /sejenis, biarkan utuh
2 buah lemon cui, bisa diganti jeruk limau, ambil airnya
1/2 sdt garam
3 sdm air matang
3 lembar daun jeruk, sobek2 tanpa terputus
1 batang sereh, geprak
2 buah tomat merah, cincang kasar
300 ml air
1/3 sdt ketumbar bubuk
garam dan gula sesuai selera
Minyak untuk menumis
Bumbu, goreng matang & blender jadi satu:
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 cabe merah
3-4 cm kunyit
2 butir kemiri
1 cm lengkuas muda
2 lembar daun jeruk
Cara:
Lumuri telur ikan dengan campuran air jeruk, garam dan air matang. Diamkan di kulkas 30 menit.
Bilas sekilas saja, kukus 5-7 menit, dinginkan lalu potong2 (harus dingin dulu supaya rapi potongannya)
Panaskan minyak, tumis bumbu halus, sereh, daun jeruk dan ketumbar hingga agak kering.
Tuangi air, masukin potongan telur ikan, tambahkan garam dan gula lalu simmer tertutup selama 20 menit.
Masukkan tomat cincang, buka tutupnya dan atur api ke medium, masak hingga kuah mengental.
Angkat, sajikan hangat.
Note:
Bisa ditambahkan daun kemangi sesaat sebelum api dimatikan

Saturday, August 25, 2012

Cakalang Asap 3: Pepes Mangga

Cakalang asap dimasak menjadi pepes merah dengan serutan mangga muda, jawatimuran bangeeeettt hehehehehehhh...

CAKALANG ASAP PEPES MANGGA
By: Alya's Kitchen
Bahan:

350 gr cakalang asap, potong2
1 buah mangga muda ukuran kecil, iris2 panjang atau serut
Daun pisang dan tusuk gigi untuk membungkus
Bumbu halus:
6 buah cabe merah
8 butir bawang merah
5 butir bawang putih
1 cm lengkuas
3 lembar daun jeruk
2-3 butir kemiri sangrai
cabe rawit secukupnya kalo suka
Garam dan gula pasir
Cara:
Blender bahan bumbu dengan sedikit air, panaskan diatas wajan hingga airnya menguap dan agak kesat
Campur bumbu halus dengan serutan mangga
Ambil 2 lembar daun pisang yg ditumpuk jadi satu, beri bumbu, potongan tongkol, bumbu
Gulung rapi dan disemat lidi, kerjakan hingga habis.
Kukus 30 menit, angkat 7 sajikan.
Kalau suka dan banyak waktu, bisa dilanjutkan dengan membakar diatas arang atau cobek tanah liat (ditangkringin di kompor) sambil dibolak-balik hingga daun luarnya hangus.
Note:
Mangga bisa diganti irisan belimbing wuluh atau tomat

Cakalang Asap 2: Kuah Santan

Cakalang asap berpadu dengan gurihnya santan dimasak dengan citarasa pedas plus  sentuhan asam tomat dan belimbing wuluh, aseliiiii ngabisin nasi :D

CAKALANG ASAP KUAH SANTAN 
By: Alya's Kitchen
Bahan:

300 gr cakalang asap, potong2 & goreng bentar
2 cm lengkuas, geprak
1 lbr daun salam
2 buah tomat merah, iris kasar
3 buah belimbing wuluh, iris2
5 tangkai kemangi, ambil daunnya
300 ml santan (kekentalan sesuai selera, gw pilih rada encer)
garam dan gula secukupnya
sedikit minyak untuk menumis
Bumbu halus:
5 butir bawang merah, goreng matang
3 butir bawang putih, goreng matang
0.5 cm kencur
cabe rawit secukupnya
Cara:
Panasin minyak, tumis bumbu halus dan lengkuas geprak hingga wangi dan matang
Tuangi santan, masukkan cakalang asap, daun salam, belimbing wuluh, garam dan gula
Masak dengan api kecil dan tertutup rapat selama 15 menit
Tambahkan tomat, teruskan memasak terbuka dg api medium 5 menit
masukkan kemangi, aduk2 sebentar, angkat & sajikan.
Note:
Cabe rawit bisa dimasukin utuh

Cakalang Asap 1: Tumis Pedas Wangi

Perairan pesisir selatan jawa yang memeluk samudera, sangat kaya dengan ikan jenis tongkol, cakalang dan tuna. Secara tradisional umumnya ikan2 ini diolah dengan cara dipindang, cara yang sangat umum di pulau Jawa. Pengolahan menjadi ikan tongkol/cakalang/tuna asap ngga terlalu meluas popularitasnya di Jawa, meski ikan asar (asap) dari jenis ini sangat beken di Indonesia Timur. Di pesisir jawa utara teknik asap banyak juga diterapkan khususnya pada ikan pari, tengiri, kakap dan bawal tetapi ngga pernah ada tongkol/cakalang/tuna asap di pesisir utara.

Mudik ke kampung hubby selalu bikin gw hepiii... karena disana ikan tongkol/cakalang asap sangat umum di pasar, yippiiieeee.... saking doyannya cakalang asap, saban tau ada sodara yg mudik ke kampung pasti dititipin beli.

Cakalang asap enaaaaaakkkk diapa2in ajah, mo digoreng biasa, dipepes, ditumis pedas, ditumis santan, dipencok, ditumis kecap, dijadiin abon, dijadiin sambal *inspired by sambal roa manadoP bahkan dijadiin taburan nasgor dan bubur, it's always delicious. Segala olahan ikan tongkol/cakalang asap juga menjadi paporit hubby :) Gw posting resep-resep olahan ikan asap satu persatu yaaahhh.....



CAKALANG ASAP TUMIS PEDAS WANGI 
By: Alya's Kitchen
Bahan:

250 gr daging ikan asap (tongkol/cakalang)
8 butir bawang merah, iris tipis
5 siung bawang putih, iris tipis
150 gr tomat merah, cincang kasar (takaran tomat boleh diatur sesuai selera)
Cabe rawit secukupnya, iris halus
2 batang sereh, ambil bagian dalamnya yg lunak, iris halus
3-4 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya, iris halus
Garam & gula pasir
75 ml air matang
5 sdm minyak sayur
Cara:
Goreng ikan asap setengah matang, sobek kasar, sisihkan.
Panasin minyak, tumis bawang merah, bawang putih dan sereh hingga layu dan wangi
Masukin cabe rawit dan tomat, aduk2 sebentar
Masukin ikan asap dan daun jeruk, tambahkan air, garam dan gula
Masak dengan api kecil hingga bumbu meresap dan agak kering
Angkat dan sajikan

Friday, August 12, 2011

Sate Lilit Ikan

Satu olahan lain dari fillet ikan, yang aku & hubby doyaaaaan banget. Ini masakan khas Bali yg uda terkenal *well apa sih tentang Bali yg ga terkenal*. Rasanya gurih karena dibumbui sarat rempah dengan tambahan kelapa dan santan. Agak mirip adonan Otak-Otak Bandeng ala Gresik hanya saja lebih sedikit jenis rempah dan jumlah cabe merahnya.
Kalo di versi asli tangkai satenya pakai batang sereh yang kurus (bagian hijau), aku cuma pake tusuk sate biasa yg dari bambu dan agak lebih lebar dari tusuk sate biasa. Makannya pake sambal matah ato sambal bawang tumis juga enak, dan sayuran rebus.

Sate Lilit Ikan

By: Alya's Kitchen
Bahan:
300 gr fillet ikan, iris kasar
4 sdm santan kental
4 sdm kelapa parut sangrai
Tusuk sate /batang sereh yg kurus, secukupnya
Minyak untuk menumis
Bumbu Halus:
2 buah cabe merah
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm kunyit
1 cm lengkuas
1 cm jahe
3 lembar daun jeruk, iris halus
1 batang serai, ambil bagian putih lunak, iris halus
Garam & sedikit gula pasir
Cara:
Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga matang
Satukan semua bahan, proses dengan food processor ato chopper hingga halus.
Ambil 1 sdm adonan, susun di tusuk sate atau batang sereh yg kurus, kerjakan sampai habis.
Bakar sambil dibolak-balik hingga matang, sajikan dengan nasi hangat dan pelengkap sesuai selera.

Sate Ikan

Saking doyannya ikan, kalo belanja ikan pasti sekaligus banyak buat stok sebulan. Tapi kadang2 suka bosen juga nih ikan mo diapain lagi. Uda bosen dibikin woku, kuah asam, dipenyet, dipepes, masak tauco, disarden dll. Sampe satu hari uda bener2 mati gaya, uda thawing fillet kakap putih dari friser trus bengong mo diapain :)) mendadak kepikir dibikin sate ajah... eh ternyata enak. Hubby kalap pulak makannya hihihi...
Tipsnya sih umum aja, selalu pilih ikan dengan kualitas yg baik. Meski hasil thawing dari friser kalo dari awalnya kualitas ikan kurang bagus rasanya juga kurang enak. Bisa pake fillet dari ikan jenis apa aja tapi hindari ikan yg berjenis daging padat seperti keluarga tongkol/cakalang karena kalo uda dingin jadinya keras. Grillingnya jangan terlalu lama supaya ikan tetep juicy ngga dehidrasi.

Tentang proses grilling, tentu repot sekali kalo harus nyalain arang segala belum lagi asapnya yang kemana2 dan harus ngipasin pulak. Biasanya di dapur modern ngegrill-nya pake grill pan, ato pake rotary pan aliyas panggangan disco, semuanya ditangkringin di kompor langsung. Setelah mencoba beberapa jenis alat grilling untuk dapur rumahan, aku paling cocok dengan alat pembakar yang terbuat dari bahan tembikar/terakota berbentuk bundar datar memiliki lubang2 di seluruh permukaannya dengan jalur2 yang berbaris rapi. Haduuh... aku lupa namanya, tapi di toko peralatan rumah tangga ada kok (well, di surabaya sih.. hehe..). Pembakar tembikar ini tidak banyak menimbulkan asap seperti pada rotary pan, aroma hasil bakaran juga lebih enak dan khas alami, ngga ngotorin kompor serta menyimpan panas sehingga meski api uda dimatiin bahan yg ada diatasnya masih tetap panas sampe sekitar setengah jam. Hanya saja harus rajin dibersihin karena tetesan bumbu/lemak/juice bahan yg dibakar ngumpulnya di jalur2 berlubang yang kalo uda numpuk bakal nyumbat lubang2nya dan hasil bakaran jadi ngga optimal.
Haiyyaaahhh... pasti pada penasaran. InsyaAllah tar kalo ada kesempatan aku potoin deh penampakannya :) Now let's just try the fish satay recipe...

Sate Ikan
By: Alya's Kitchen
Bahan:
300 gr fillet ikan, potong dadu
Tusuk sate secukupnya
Bumbu Halus:
2 cabe merah
3 siung bawang putih
2 sdt ketumbar butiran sangrai
2 sdm gula pasir
2 sdt air jeruk nipis/lemon
1 sdt peres garam /secukupnya
3 sdm light oil (boleh pake minyak sayur biasa)
Pelengkap:
Acar timun
Irisan bawang merah
Irisan tomat
Bawang goreng
Cara:
Aduk potongan ikan dengan bumbu halus, diamkan 5 menit
Susun setiap 4-5 potong di tusuk sate, kerjakan hingga habis
Bakar sambil dibolak-balik hingga matang, sajikan dengan sambal kecap kacang ataupun saus sate, dan pelengkap sesuai selera.

Wednesday, August 10, 2011

Pepes Udang v.2

Bulan Ramadhan gini, ternyata memicu adrenalin untuk nyempet2in masak sendiri di rumah meski sesibuk apapun kerjaan di kantor :) Biasanya kalo bulan ramadhan paliiiing terasa nikmatnya kalo masak masakan tradisional. Sejak hari pertama sampe menginjak hari ke-sepuluh ini aku berubah haluan ngga berminat bikin tumisan sama sekali.
Salah satu masakan andalanku di bulan ramadhan adalah Pepes Udang (maupun ikan, sama aja sih bumbunya). Hubby pasti makannya nambah, ups.. nambah lauk dan sayur tapi ngga nambah nasi *good..! uda sadar lowcarbo*. Apalagi kalo pendampingnya sayur asem ato sayur bayam, huhuhuuuu...bisa dua hari gak mau ganti menu :))
Pepes Udang kali ini lebih kumplit bumbunya daripada resep yang dulu, sama enaknya hanya yg sekarang lebih bergaya maduranya dengan paduan kunyit lengkuas daun jeruk :D Prosesnya sedikit berbeda, yaitu bumbu setelah diblender dipanaskan di wajan hingga kandungan airnya menyusut, baru dicampur udang dan langsung dipanggang tanpa dikukus lebih dulu. Dengan cara begini saat matang tekstur udangnya lebih renyah dan juicy daripada dikukus dulu sebelum dipanggang.

Pepes Udang

By: Alya's Kitchen
Bahan:
350gr udang jerbung kupas
3 buah tomat, cincang kasar
Daun pisang & lidi secukupnya
Bumbu halus:
10 buah cabe merah
10 butir bawang merah
8 siung bawang putih
4-5 cm kunyit
2 cm lengkuas
4 lembar daun jeruk
Garam dan sedikit gula
Cara:
Blender bumbu hingga halus, transfer ke wajan & panaskan hingga kesat.
Campur bumbu dengan udang dan tomat, aduk rata.
Bungkus dengan daun pisang dilapis 3x menjadi bbrp bungkus.
Panggang diatas arang/panggangan tembikar dengan api sedang sambil sesekali dibolak-balik hingga bagian luarnya gosong dan tidak ada kaldu yang menetes lagi.
Angkat, buang lapisan daun yg gosong, sajikan dengan nasi hangat.

Monday, April 04, 2011

Hawaiian Salmon Steak w/ Balinese Salsa

Uda lama ngga belanja ikan, isi friser juga sepi hanya ada bumbu2an & nuts krn sebulan belakangan lagi jumpalitan di kantor ga sempet masak. Sampe hari minggu kemarin uda ngebet banget pengen masak ikan, maka kaburlah dakuw ke pasar pabean, pasar kebanggaanku untuk belanja ikan di sby dengan kualitas yang bagus karena ini pasar induk khusus ikan laut.

Kalo ke pabean yang paling sering kubeli: kakap (snapper), bawal (pomfret), cumi & udang. Kalo pas musim tongkol putih (baby tuna/yellofin tuna) dan bubara (trevally) pasti beli juga. Khusus baby tuna & trevally biasanya kumasak sup asam, kuah woku, kuat tomat, tumis cabe ijo atau dibikin kari & gulai ala padang karena kedua jenis ikan ini kurang enak kalo dimasak minimalis kecuali bener2 seger baru nyeret idup2 dari pantai :D

Nah hari minggu kemarin begitu sampe pasar pabean girang bangeeet nemu ikan salem (rainbow runner /hawaiian salmon) gede2 & bagus2 plus muraaahhh.... Selama ini belum perna nemu ikan salem di pabean, jadi heran juga kok hari itu banyak sekali ikan salem. Selain ikan salem yg lagi banyak dan murah juga adalah ikan bawal (pomfret). Oh rupanya lagi musim kedua jenis ikan ini. Kata Danny temen yg hobi mancing di laut, emang lagi banyak ikan salem di laut. Kapan hari dia mancing di perairan madura dapet salem juga padahal biasanya ga perna dapet ikan ini.

So, selain mengangkut cumi hari itu aku juga mengangkut 1 ekor ikan salem seberat 1.5kg (13rb/kg) dan bawal besar yg sedang bertelur sejumlah 2 ekor seberat 1.5kg juga (22rb/kg) cukuplah untuk stok 2 minggu buat berdua :D Harga bawal kalo bukan peak season begini sekitar 28-32rb per kg.

Sampe rumah si salem dapet kehormatan pertama dimasak. Karena rasanya uda gurih banget, sayang kalo dibumbuin macem2 jadi nutupin rasa aslinya. Si salem hanya kubumbuin garam, lemon, sedikit blackpepper dan minyak, lalu di-pan grill begitu saja. Disajikan dengan salsa aka. sambal matah, hubby jadi kalap makannya nambah2 mulu :D Ngeliat antusiasme blio menikmati salmon steak minimalis begitu, kutawarin besok si salem diolah jadi sup atau masak tomat atau woku, no no no... blio menggeleng kuat.. "jangan dibumbuin apa2 besok uda gini aja masaknya enak banget". Hehehehe.... betuuuullll.... kalo rasa aslinya uda enak sayang dibumbuin macem2. Kami sepakat tentang ini. Kalo dapet seafood yg bagus (rasa & kualitas) seringkali aku masak hanya dengan bumbu minimalis diakhiri dengan pan grill ato stirfrying sebentar saja, paling banter digoreng tepung :) Tapi untuk trevally & baby tuna, hampir pasti selalu kumasak dengan bumbu yg tidak simpel, minimal dibikin sup dengan aneka aromatic herbs dan lemon/tomat untuk penyegar.

Well.. okaih, sampe disini dulu cerita tentang petualangan bersama ikan, mari kita memasak :)


HAWAIIAN SALMON STEAK with BALINESE SALSA
By Alya's Kitchen
Bahan:
500 gr potongan ikan salem /hawaiian salmon setebal 2 cm
2 sdm air lemon
1/2 sdt garam
1-2 sdt blackpepper, sangrai bentar & tumbuk kasar
50 ml salad oil (minyak goreng biasa juga bole)
Cara:
Aduk rata air lemon, garam, blackpepper dan minyak.
Lumurkan campuran bumbu ke potongan ikan, diamkan 15-30 menit di kulkas.
Panaskan grill pan, letakkan potongan ikan, masak dengan panas medium-high 3-5 menit setiap sisi atau sampai tingkat kematangan sesuai selera (aku lebih suka masih juicy).
Transfer ke piring saji, sajikan dengan salsa alias sambal matah :D

Sambal Matah / Balinese Salsa
Bahan:
10 butir bawang merah, cincang kasar atau halus sesuai selera
1 buah tomat, cincang *biasanya ga pake, aku ajah yg keganjenan*
cabe rawit secukupnya, cincang/iris
1-2 batang sereh ambil bagian dalamnya yg lunak, iris halus
3 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya, iris halus
2 sdt air lemon/jeruknipis/limau/purut atau secukupnya
1/3 sdt garam
50 ml minyak kelapa /virgin coconut oil, bole diganti minyak salad biasa
sejumput gula pasir
1/2 sdt terasi bakar/goreng, diremas halus
Cara:
Aduk semua bahan hingga rata, lebih enak kalo didinginkan dulu di kulkas.
Note:

Komposisi sambal matah bisa diatur sesuai selera

Monday, November 29, 2010

Kepala Ikan Masak Tauco Asam Pedas

Ini salah satu masakan sukaan hubby, kepala ikan yg dimasak dengan kuah bertomat banyak sampe rasanya rada asem, plus tauco dan pedas, nyaammmm...
Bikinnya gak susah sama sekali kok. Yuuukkk...




KEPALA IKAN MASAK ASAM PEDAS
By: Lia, Dapurgue
Bahan:

500 gr kepala ikan yg udah dibersihkan
1/2 sdt garam + 1 sdm air jeruk nipis
Minyak goreng secukupnya
350gr (sesuai selera) tomat matang, iris2
Cabe rawit secukupnya, iris2
400 ml air matang
1 sdm (sesuai selera) air jeruk purut/limau (nipis/lemon juga boleh)
Garam & gula pasir secukupnya
Bumbu halus:
2 buah cabe merah
3 siung bawang putih
7 butir bawang merah
1 cm jahe
3 cm kunyit
3 sdm tauco medan
Rempah:
2 batang sereh, geprak
5 lembar daun jeruk, sobek2 dikit
3 cm lengkuas, belah & geprak
Cara:
Lumuri ikan dengan campuran garam & air jeruk, diamkan 15 menit lalu goreng matang.
Panasin minyak sayur secukupnya, tumis bumbu halus dan rempah2 hingga wangi dan matang.
Tuangi air, masukkan kepala ikan, tomat, cabe rawit, air jeruk, garam & gula pasir.
Didihkan, lalu kecilkan api & masak tertutup hingga kuah menyusut setengahnya dan mengental.
Matikan api, sajikan.
Note:
Pilih jenis ikan yg banyak dagingnya sampe kepala. Di poto aku pake ikan bawal.
Tomatnya aku pake yg berdaging tebal dan manis. Kalo pake tomat yg asem, air jeruk bisa diskip yah...
Paling enak kalo uda didiemin dulu sekitar 4 jam sebelum disajikan, krn bumbu meresap ke dalam ikan, nyaammmm....

Thursday, November 11, 2010

Perkedel Ikan

Diadaptasi dari Tod Man Pla aka. perkedel ikan ala Thai yang kaya rempah. Bisa menggunakan fillet ikan tengiri, kakap atau kembung.
Disini menggunakan rempah yang lebih simpel dari versi asli dan meniadakan daun ketumbar karena daku & hubby belum merasa enjoy dengan rasa daun ini :D
Penyajiannya bisa dengan sambal bangkok, sambal bawang putih maupun sambal kecap-mangga ala thai.


PERKEDEL IKAN
By: Alya's Kitchen
Bahan:

200gr fillet ikan tengiri/kakap
1 butir telur
1 sdm kecap ikan
1 sdm ebi, rendam air panas sampe empuk, tiriskan & haluskan
1/4 sdt merica bubuk
1.5 sdt lengkuas parut *pilih yg muda*
50 ml santan kental
garam dan gula pasir secukupnya
Bumbu, cincang halus:
2 cabe merah
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
Rempah Daun, iris halus:
2 tangkai bawang daun (scallion)
2 lembar daun jeruk
1 batang serai, ambil putihnya yg lunak
Cara:
Satukan fillet ikan dan semua bahan kecuali rempah daun, proses dengan chopper atau food processor hingga halus
Transfer ke baskom, campur dengan rempah daun, aduk hingga benar-benar rata
Panaskan minyak, dengan bantuan sendok dan spatula bentuk bundar pipih langsung diatas wajan, goreng dengan panas sedang hingga golden brown.
Tiriskan, sajikan hangat dengan saus/sambal sesuai selera
Note:
Kecap ikan dan ebi, boleh diskip kalo ga terbiasa ada di dapur

Tuesday, October 26, 2010

Lempah Ikan

Seafood terutama ikan adalah sumber protein utama andalan gue selain tahu tempe secara gue mulai aware untuk mengurangi konsumsi meat & poultry (kecuali poultry yg free range ato ayam kampung). Macem2 gaya masak ikan yg gue oprek, dari sup ikan asam pedas *sering*, woku ikan, gulai/kari ikan *khususnya kepala ikan*, aneka varian ikan goreng *of course!*, pesmol, pepes, tumisan dll.
Pas liburan di Belitung belum lama ini, eehh... kesengsem ama masakan khas daerah Bangka Belitung yaitu Lempah Ikan. Meski sarat rempah tapi rasanya segar dengan tambahan potongan nanas di dalamnya, apalagi 2x makan sama2 isinya kepala ikan dudududuuuhhh.... Jadilah Lempah Ikan favorit baru gue :D Oh iya, beberapa referensi merekomendasikan daun kedondong muda untuk menambah efek rasa & aroma segar, tapi suliiiit carinya :D

LEMPAH IKAN
By: Alya's Kitchen
Bahan:
700 gr ikan, potong2 sesuai selera
1 buah nanas, potong2 sesuai selera
2 buah tomat *aslinya ga pake*
2 batang serai, memarkan
2 cm lengkuas, memarkan
50 ml air asam
800 ml air
Bumbu Halus:
3 buah cabe merah
6 butir bawang merah
3 siung bawang putih
5 cm kunyit, bakar sebentar hingga layu
1/2 sdt terasi
garam dan gula secukupnya
Cara:
Lumuri potongan ikan dengan bumbu halus, diamkan di kulkas setengah hingga satu jam.
Didihkan air, masukkan potongan ikan berikut bumbunya, tambahkan air asam, sereh dan lengkuas.
Simmer tertutup selama 15 menit.
Masukkan potongan nanas dan tomat, didihkan lagi 5 menit, angkat & sajikan hangat.
Note:
Pilih ikan sesegar mungkin agar rasanya prima.

Segala macam ikan bisa dipakai. Untuk ikan yg jenis dagingnya lembut spt kakap jangan dimasak terlalu lama supaya tidak hancur.
Paliiiiingggg enak pake kepala ikan, nyamnyamnyaaammm....

sorry i didnt make the picture :D

Lumpia Seafood

Gue perna makan lumpia udang yg enak banget dan isinya terbuat dari udang yg dihaluskan *bukan cincang*, seperti isian siomay udang. Beberapa kali trial ga perna cocok rasanya, rupanya harus dikombinasi dengan bahan lain supaya lebih lembut dan rasa udangnya lebih mild (kalo udang doang brasa amis meski pake udang fresh).
Coba2 dengan kombinasi ikan dan cumi, oh ternyata enaaaak banget, lebih enak daripada kombinasi ayam.

Alternatif tekstur:
1. Bahan2 bisa diproses dg blender/chopper/food processor untuk tekstur halus spt siomay
2. Boleh dicincang doang kalo pingin tekstur yg lebih chunky, skip putih telurnya krn putih telur berfungsi sbg pengenyal di alternatif no.1

Gue bikin jadi 2 bentuk, lumpia mini (digoreng) dan bentuk siomay (dikukus), sama2 enaknya. Yg dikukus cocok untuk isian sup, dengan kuah kaldu yg segar.


LUMPIA SEAFOOD

By: Alya's Kitchen
Bahan:

150gr fillet ikan (kakap, tengiri)
50-75gr udang kupas
100gr daging cumi yg tebal
3 siung bw.putih
0.5 sdt jahe parut
0.5 sdt merica bubuk
1 sdm minyak wijen
3 sdm peres kanji
1 butir putih telur
garam dan gula secukupnya
Kulit pangsit
Cara:
Satukan semua bahan, proses di chopper atau food processor hingga lembut
(Alternatif lain, cincang semua bahan seafood dan bawang putih, aduk rata dengan bahan2 lain jadi satu TANPA putih telur)
Ambil selembar kulit pangsit, letakkan 2sdt adonan di salah satu ujung, lipat dan gulung menjadi lumpia mini, kerjakan sampai adonan habis. Goreng dengan minyak banyak dan panas sedang. Siap disajikan.
Atau letakkan adonan di tengah, bungkus seperti siomay, kerjakan sampai adonan habis. Kukus 20 menit, angkat & siap disajikan.

Notes:
Pilih seafood sesegar mungkin. Khusus cumi, gunakan cumi yg besar (berdaging tebal) krn cumi yg dagingnya tipis teksturnya kurang empuk.
Pilih kulit pangsit yg berkualitas bagus, aku demen pake YenYen, kulitnya tipis bagus dan renyah hasilnya.
Boleh ditambah irisan daun bawang kalo suka.

Baik versi kukus (siomay) maupun versi lumpia, gue demen banget disajikan dengan condiment sambal bawang putih.
Cabe merah, cabe rawit dan bawang putih diblender dengan sedikit air, lalu dipanasin bersama gula dan air jeruk lemon (cuka juga bole) plus garam dikiiiit ajah. kalo uda mendidih angkat (bole juga dikentalkan dg sedikit maizena).


sorry i didnt make the picture :D
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...