A Shot of Me

Monday, July 31, 2006

Puding & Jus Jagung

Hari Jumat beli jagung manis 2 pak dari temen kantor (muraaahhh... satu pak 5 biji jagung manis berkulit cuma 4rebu, padal di hero 9-10rb dengan merk yang sama, gleg). Sampe rumah buka kulkas sempet kaget karna ternyata Ibu juga baru blanja jagung manis dari tukang sayur yang lewat depan rumah (gile, lebih murah lagi, 3rb dapet 5 biji kekeke... cuman emang ukurannya lebih kecil dari yang gue beli). Lhaa... jadi banjir jagung manis deh :)) Langsung teringat Jus Jagung-nya Ambar Rurry waktu sharing di milis Dapurbunda, sluuuurpp... asli sueger pol meski tanpa es karna gue gak tahan minum dingin (sayang yang doyan cuma gue, huahahaha...). Buat yang ngga doyan jus jagung, gue bikinin deh puding jagung. Iseng2 setengah bagian gue kasi grinti, nyaaammm.... belon apa2 Mas Ali udah ngabisin sepertiga loyang duluan kekekeke.... (maklom, grinti emang paporitnya Mas Ali).

SWEET CORN JELLY with GREEN TEA
Original recipe by: me
Bahan:
1 sachet konnyaku/jelly powder (paporit gue: Hokiku, lebih kenyal & gak cepet berair dari yang laen)
1 sdm gula pasir
650 ml santan (me: pake 50 gr santan bubuk dicampur aer anget sampe 650 ml)
1 sdt peres greentea powder, larutkan dengan 5 sdm air mendidih
1 sdt vanilla essence
1 sdm butter
Blender jadi satu sampe halus:
2 buah jagung manis, disisir (kalo kecil pake 3 buah ya)
150ml air
100 gr gula pasir /secukupnya
1/2 sdt garam
Cara:
Masukin jelly powder & 1 sdm gula pasir ke panci, aduk rata. Tuangi santan dikit2 sambil diaduk rata pake spatula hingga jelly powder merata dan santan habis .
Masukin blenderan jagung manis, panaskan dengan api sedang sambil diaduk2 terus sampe mengental.
Kecilkan api, masak terus sambil diaduk hingga mendidih lembut, angkat.
Masukin vanilla essence, aduk rata. Tuang setengah bagian ke loyang/cetakan puding, diamkan hingga setengah membeku dan permukaannya mulei mengeras (tapi belum totally beku loh).
Tambahkan larutan greentea powder ke dalam sisa adonan, aduk rata. Didihkan kembali, tuang segera ke atas adonan yang udah ada dalam cetakan. Diamkan sampe beku, simpan di kulkas minimal 3 jam sebelum disajikan.

Tips:
Pilih jagung manis sesegar mungkin dan masih berkulit, agar rasa manis dan aromanya prima. Jagung manis yang dibiarin dalam kondisi terkupas bebrapa lama rasa manis & aromanya jauh berkurang.
Selain dibuat dua lapis, bisa juga dibuat bentuk marmer dengan menuang adonan kuning & hijau bergantian.
Kalo pengen warna kuning yang lebih tegas bisa ditambah food coloring kuning 2-3 tetes.
Kalo gaada greentea powder bisa diganti pasta pandan secukupnya. Jagung & pandan? Jodo bangeeet...!
Pake cetakan puding berbahan metal (aluminium or stenlis) agar lebih cepet beku.
Butter dalam resep ini berfungsi untuk ningkatin aroma, dan rasa juga jadi lebih creamy.
Santan bisa diganti fresh milk, ato gabungan fresh milk & cream.

JUS JAGUNG MANIS
Inspired by: Ambar Rurry, on milis Dapurbunda (dapurbunda@yahoogroups.com)
Bahan:
1 buah jagung manis, disisir
250 ml air matang
Simple syrup secukupnya
Es batu secukupnya
Susu kental manis secukupnya (optional, gue gak pake)
Cara:
Blender jagung manis dengan setengah bagian air, saring & tekan2 pake.
Blender lagi ampasnya dengan sisa air, saring lagi.
Siapin sirup & skm dalam gelas, tuangi jus jagung. Beri es batu & sajikan segera, untuk 2 gelas.

Tuesday, July 25, 2006

Kombinasi Masakan dalam Pesta

Ketika akan ada acara di rumah yang mengundang sana kerabat, kadang suka bingung untuk memilih padu padan menu yang cocok. Sebenernya nggak sulit kok mengatur paduan menu. Gue coba share beberapa tips berikut yah...

Memilih Bahan
Pilih variasi bahan masakan sambil berpatokan pada komposisi "4 wajib" yaitu makanan pokok, lauk, sayur dan buah.
Meski variasi masakannya nggak banyak tapi usahakan setiap komponen bisa terwakili.
Sumber karbohidrat/makanan pokok: bisa berupa nasi, mie, pasta, roti mopun aneka "roti tipis" seperti pitta, tortillas, roti jala, roti cane, pratha.
Lauk: daging sapi, ayam, ikan, udang, tahu, telur, tempe dll. Disajikan dalam aneka bentuk, direbus, dikukus, dibakar, dipanggang, digoreng.
Sayuran yang bisa disajikan dalam bentuk rebusan, mentah/lalapan, tumisan. Bisa dipilih kangkung, pokchoy, kailan, wortel, buncis dsb.
Buah, baik mentah maupun diolah menjadi setup, es buah, puding, sorbet dll.

Memilih Waktu
Sajian untuk sarapan yang serba ringan tentu tidak cocok bila dibawa menjadi sajian dinner, begitu pula sebaiknya. Sesuaikan jenis sajian dengan waktu acara.
Bila acara berlangsung pagi hari, pilih jenis2 masakan yang ringan. Siang hari, pilih masakan yang bercitarasa segar meski berbumbu rada berat. Untuk malam tidak jauh berbeda dengan siang, dan masih bisa ditambahkan masakan2 "berat".

Memilih Tema
Tentukan temanya. Apakah Italian, Chinese, Thai, Indian, Japanese ato Indonesian (yang masih dibagi2 lagi seperti gaya sunda, gaya padang, gaya manado, dll).
Tidak menutup kemungkinan kita membuat sajian yang fusion aliyas campur2. Sajian pembuka adalah karedok ala sunda, hidangan utama grilled ribs ala amrik, penutupnya es puding tahu ala chinese, masih ada side dishnya samosa ala India.
Kalo gue pribadi, karna gue gak terlalu interest dengan masakan bule maka gue lebih milih Asian. Ngga mutlak Asian sih, karna dessert & kue2nya juga seringkali resep bule.

Memilih Bahan Masakan
Pilih masakan dengan bahan dasar berbeda-beda. Contoh paling simpel: sate ayam, steak galantin, kakap asam manis. Disini ada 3 masakan berbahan ayam, daging dan ikan.
Bila jenis sajian sangat banyak (lebih dari 7 jenis lauk), satu bahan dasar bisa dipakai untuk 2 jenis masakan. TETAPI jangan gunakan satu bahan dasar yang sama untuk lebih dari dua masakan. Misal, bila sudah ada sate ayam dan ayam goreng, skip masakan2 ayam yang lain meski menggiurkan. Jangan ditambah ayam panggang, chicken cordon bleu, ayam kodok dll. Kecuali bila ingin membuat pesta bertema hidangan ayam :D

Memilih Jenis Masakan
Bila sudah ada empal dan ayam goreng, jangan ditambahkan ikan goreng, udang goreng dan cumi goreng. Variasikan berbagai jenis masakan mulei berkuah banjir, berkuah nyemek, tumisan, gorengan, panggang, mentah/lalapan.

Memilih Warna Masakan
Seringkali warna masakan menjadi hal yang terabaikan, padahal peranannya cukup penting untuk membangkitkan selera. Coba bayangin kalo kita dihadapkan ke satu meja yang penuh berisi: ayam bumbu rujak, daging masak kalio, kakap asam manis, pepes udang jawatimuran (pake cabe merah), capcay merah, sup merah, irisan semangka, puding stroberi, sirop raspberry. Meski masing2nya menggiurkan, tapi penampakannya yang total merah jadi membosankan dan menyurutkan selera.
Sajikan masakan dengan warna-warni yang variatif agar terkesan segar dan mengundang. Misalnya: ikan masak acar (kuning), ayam bumbu rujak (merah), tumis kangkung (hijau segar),
bistik lidah (coklat).

Light & Heavy
Meski doyan masakan "berat" (banyak rempah, banyak bumbu, sarat santan), jangan semua masakan berat tersebut nguplek di meja. Padukan masakan2 berat dengan masakan2 ringan agar seimbang dan tidak membosankan.
Contoh masakan berat: Rendang, opor, gulai, sambal goreng.
Contoh masakan ringan: Sate dengan saus kecap, ikan asam manis, udang goreng mentega, kering kentang, aneka sup.

One Dish Meal
Kalo waktu terlalu sempit dan bahan-bahan serba terbatas, One Dish Meal (ODM) aliyas Hidangan Sepinggan bisa menjadi alternatif yang tepat. Umumnya ODM sudah mengandung komponen yang kumplit dalam satu sajian. Pasta/Nasi telah dipadukan dengan telur, ayam, daging dan sayuran sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan dalam sekali saji.
Contoh-contoh ODM ini antara lain: Macaroni Schotel, Lasagna, Pizza, aneka jenis Donburi ato Ricebowl (nasi dalam mangkuk dengan topping tumisan), Gado-gado, Rujak Uleg, Soto Mie,
Mie Ayam, Nasi Goreng, dll.

Contoh Hidangan Pembuka:
Aneka sup (sup sayur, sup merah, sup asparagus, sup jamur, soto ayam, sup tom yam, tekwan).
Aneka Salad (gado-gado, karedok, rujak manis, fruit salad, huzarensla, salad bangkok, selada padang).

Contoh Hidangan Utama, Daging Sapi:
Lapis Daging, Racikan Selad Solo, Bistik Lidah, Bistik Galantin, Empal, Empal Gepuk, Dendeng Balado, Dendeng Ragi (Serundeng Daging), Sambal Goreng Printil, Sambal Goreng hati Sapi, Perkedel Daging, Empal Gentong, Sate Sapi, Sate Sapi Kelapa, Besengek Daging, Rendang, Kalio

Contoh Hidangan Utama, Daging Kambing:
Sate Kambing, Sate Buntel, Gulai Kambing, Kari Kambing, Tongseng, Kambing Panggang

Contoh Hidangan Utama, Ayam:
Aneka ayam goreng tradisional (Kalasan, Bumbu Kuning, Padang/Bumbu Lengkuas, Kremes), Ayam Goreng Tepung, Ayam Goreng Pandan, Ayam Saus Inggris, Ayam Masak Kecap, Ayam Cah Jamur, Sate Ayam, Opor Ayam, Kari Ayam, Ayam Balado, Ayam Pop, Ayam Rica2, Ayam Asem Manis/Koloke, Ayam Panggang Madu, Ayam Panggang Bumbu Rujak, dll.

Contoh Hidangan Utama, Ikan:
Ikan Acar Kuning, Pesmol Ikan, Ikan Asem Manis, Sate Ikan, Otak-Otak Bandeng/Sate Bandeng, Ikan Bakar, Ikan Goreng Tepung, Gulai Ikan

Contoh Hidangan Utama, Cumi:
Cumi Goreng Tepung, CUmi Goreng Mentega, Gulai Cumi, Cumi Bakar, Sate Cumi, Bola Cumi Mayones

Contoh Hidangan Utama, Udang:
Pepes Udang, Udang Goreng Mayones, Udang Goreng Saus Telur Asin, Udang Goreng Mentega, Sate Udang, Udang Goreng Panir

Contoh Dessert:
Sacher Torte, Opera Cake, Aneka Cheesecake, Aneka Puding dengan aneka saus, Aneka Buah Segar, Aneka Fruit Coctail (es campur, fruit punch, es teler, es doger), dll.

Wednesday, June 07, 2006

Out of Kitchen: Let me out for a while

*Cling!*
Haluuuu............. ah senangnya, setelah gue pake Mozilla FireFox menggantikan IE-nya Microsoft nan sucks ituh, maka gue bisa kembali menikmati editor menunya blogspot, tanpa perlu upgrade O/S gue, the wendao nocheng (baca: windows 2000. HAH... hari gini? hehehhh... iyah, maklom pake kompi kantor punya :P).
Maka gue bisa dunk... bikin bold italic color links bullets numbered ratakiri ratakanan center hyperlink semua-muanya tanpa perlu cara primitip yang kemaren2 terpaksa gue lakukan: create all the tags
M A N U A L L Y !!! gimana gak kriting tu tangan gue huahahaha...

Trus, sori ye maaps beribu maaps, sementara gue gak bisa posting resep untuk bebrapa waktu. Fisik gue ngedrop. Oh bukan, bukan ngedrop timbangan (ah kalo itu mah mimpi kali ye... :P). Gue ngedrop stamina, plus cuaca Surabaya yang tak menentu. Dibilang musim panas, kok masi ujan. Dibilang musim ujan kok ya puanasnya terik banget. Plus overload gawean. Ya sutralah... gue jadi gampang flu meski udah minum vitamin, suplemen dan blagak jadi herbivora (sayur & buah oi, bukan rumput lah).

Akibatnya, wiken demi wiken berlalu tanpa aktivitas dapur yang berarti. Wiken dimanpaatin sebaik2nya untuk istirohat, meski tangan udah gatel pengen ublek2 adonan cake ato korek2 wajan & sutil, tapi gak brani jek... diplototin Mas Ali huehehehehe... katanya, kalo gue bandel gak mo istirahat tar blio gak mo mijetin huaaa... ampuuun.... iyah deh, nurut deh daripada gak dipijetin :">
So, dimaklumi ye kalo chefnya lagi gak bisa posting untuk sementara waktu dan ngga bisa report hasil wiken. Yang minta kue tradisional, yang request soto ayam,
yang pesen urap sayur, yang order bubur ayam, daging suwir ala Bu Kris, tahu campur, dll dll... sabar ye, insyaAllah tar gue tayangin satu persatu.

Sementara, gue mo nyungsep dulu, kekekekeke.....
*Cling!* (ilang)

Friday, May 26, 2006

Kue Singkong 3 Warna



Sekali lagi, teringat nostalgia masa kecil.
Pertama dan sekali seumur idup -sebelum hari Kemis ini- gue makan kue ini di rumah nenek (dari Abah) saat ada suatu perayaan. Saat itu gue kelas 3 esde. Kue ini dibawa kerabat dari Madura, terbuat dari singkong berlapis dua warna, ijo dan orens ngejreng, khas kue dari kampung. Rasanya legit dan sedap hingga masih lekat dalam kecapan gue saat ini. Sayangnya gue gak pernah lagi menemui kue itu, bahkan Ibu dan Tante2 pun gak ada yang inget dengan kue tersebut *sigh*. Saat gue esempe, gue perna liat kue ini di Femina, namanya Gemblak. Gue hanya baca sekilas, dan belom tertarik untuk nyobain (lah, masi esempe, gue cuman demen masak & gak hobi bikin kue). Waktu berlalu, kerinduan akan si Gemblak ini makin meraja *kek lirik lagu ajeh*, perburuan resep pun berlangsung dan gak ada satupun resep yang bahan2nya nurut gue bakal cocok dengan si Gemblak yang gue makan saat kecil ituh, meski secara penampilan banyak kue tradisional yang tampangnya mirip, beberapa bahkan dengan nama yang sama juga. Gue jadi makin ragu dengan nama "Gemblak", sementara Gemblak versi Femina udah raib entah kemana.
Kemis kemaren -mumpung libur-, terdorong kerinduan dan penasaran yang memuncak, pagi kelar subuh langsung ke pasar... Antre di penjual singkong parut :D Sampe rumah, kelar masak dan rutinitas pagi, siangnya gak bisa bobo terdorong hasrat untuk bereksperimen dengan pedenya, ngluarin tepung ketan dari lemari dan kelapa parut dari friser, cemplung2 -kali ini tanpa lupa menakar untuk dokumentasi-. Setelah mateng dan nyicip... VOILA! Bener2 kue masa kecil itu menjelma dan menari2 memainkan segenap indra pengecapan gue, ahh... senangnya menemukan rasa yang hilang 23 tahun lamanya. Mas Ali pun girang bangets kekasihnjah tertjintah memboeatkan djadjanan tradisional jang disoekainjah :">
Sorenya pun menjadi manis, duduk berduaan ditemani kue nostalgia sambil menghirup Hot Matcha -tanpa gula- nan wangi semerbak, sambil nonton sepakbola Yunani Vs Australia, huehehehe... *antiklimaks*

KUE SINGKONG TIGA WARNA
Bahan:

1 kg singkong yang bagus, diparut >>timbang udah dikupas
500 gr kelapa setengah tua, diparut memanjang
250 gr tepung ketan
250 gr gula pasir
1 sdt peres garam
75 gr margarin, lelehkan
2 sdt vanilla essence
Pewarna kuning, merah dan pasta pandan secukupnya.
Alat:
Loyang 22x22x4cm, dialas plastik di dasarnya, oles sisi2nya dengan minyak sayur
Kukusan ato langseng
Cara:
  • Aduk rata semua bahan kecuali pasta pandan dan pewarna merah, uleni hingga tercampur rata dan menyatu menjadi adonan berwarna kuning

  • Siapkan kukusan diatas api. Sementara itu bagi adonan jadi 3 bagian sama rata. Biarkan satu bagian tetap berwarna kuning

  • Satu bagian diberi pasta pandan sehingga warnanya jadi hijau pupus, satu bagian lagi diberi warna merah hingga menjadi orens

  • Ratakan dan padatkan adonan hijau pada loyang, kukus dengan uap panas 5 menit

  • Angkat, ratakan dan padatkan adonan kuning diatasnya, kukus kembali 5 menit

  • Angkat, ratakan dan padatkan adonan merah diatasnya, kukus kembali selama 30 menit hingga benar-benar matang

  • Angkat, diamkan hingga benar2 dingin. Keluarkan dari loyang, potong2 sesue slera. Sajikan begitu saja ato dengan kelapa parut kalo suka
  • Monday, May 15, 2006

    Chewy Candy Bar



    Pada awalnya, candy ini daku buat dlam rangka manpaatin sisa2 di kulkas. Ada ceri tinggal dikit, kismis tinggal dikit, mente, kenari semua-muanya tinggal dikit. Biasanya seh bahan2 ginian daku sulap jadi isian apple pie ato strudel, tapi kan lagi pengen iseng, dan saat itu daku lagi teringat candy bar paporitku di masa kecil. Ngga tau ya, temen2 kenal nggak si candy bar ini, kayaknya sih kurang populer saat itu dan ngga banyak toko yang ngejual, tapi aku suka sekali.
    Rasanya, enaaaaaakkk.... deh! Milky dengan rasa karamel yang lembut berpadu gurihnya kacang2an dan legitnya buah2an kering. Ada surprise di setiap gigitan. Gigit pertama nemu kismis, gigit lagi nemu kenari, gigit berikutnya nemu mente, gigit lagi nemu ceri, waaa..... seru kan! Dedicated for all sweet-tooths out here :)

    CHEWY CANDY BAR
    Bahan:

    6 sdm gula pasir
    175 ml evaporated milk
    10 gr salted butter
    ½ sdt vanilla essence
    2 sdm penuh peanut butter / selai kacang (lebih enak yang chunky punya Skippy)
    200 gr dark or milk cooking chocolate, lelehkan
    Campur dan aduk rata jadi satu:
    4 sdm kelapa kering siap pake, sangrai bentar biar aromanya makin wangi
    50 gr ceri kering cincang kasar
    50 gr kenari sangrai cincang kasar
    50 gr mente sangrai cincang kasar
    50 gr kismis, biarkan utuh tanpa direndam dulu
    Alat:
    Wajan datar lapis teflon dan sodet kayu
    Plastik lebar dan tebal
    Plastik kantung gula ukuran sekilo
    Rolling pin dan piso tajam
    Mangkuk, garpu, nampan dan kertas roti untuk proses coating
    Cara:
  • Taburkan gula pasir ke wajan teflon, goyang2kan agar permukaannya rata. Panasin dengan api kecil hingga pinggirannya mulei mencair

  • Masukkan butter dan evaporated milk, aduk pelan dengan sodet kayu hingga gula larut seluruhnya, tetap dengan api kecil

  • Besarkan api sedikit, tambahkan peanut butter, aduk rata hingga larut dan biarkan mendidih

  • Saat adonan mulei mengental, kecilkan api kembali dan aduk terus hingga konsistensinya thick /pekat. >> Ngetesnya, kalo dijatuhin dari sodet kayu adonan brasa berat kayak tumisan bumbu (lah, jangan binun yakkk...). Cara ngetes lainnya, siapin segelas air es yang dinginnn... teteskan adonan ke dalam air es, kalo langsung membeku (tapi tetep bisa dipencet loh) maka udah cukup. Istilahnya membentuk soft ball

  • Segera setelah adonan mulei pekat, matikan api dan masukin campuran kacang

  • Aduk rata dengan sodet kayu, aduk selama 1 menit sekalian untuk ngurangi suhunya. Masukin ke dalam plastik kantung gula, lipat ¼ bagian dari ujung plastik sehingga adonan menguasai ¾ bagian. Dengan kondisi adonan di dalam kantung plastik, pipihkan dengan rolling pin ke seluru penjuru hingga mencapai bentuk kotak sesuai kantung dengan ketebalan yang rata >> kalo pengen lebih tebel, lipat ujung plastinya lebih banyak

  • Gunting kedua pinggiran plastik dan buka, biarkan adonan menjadi dingin. Kalo perlu disimpen di kulkas biar gampang dipotong. Setelah dingin, potong2 dengan piso yang tajam, ukuran sesue slera

  • Celup tiap potongan ke coklat leleh, angkat pake garpu dan letakkan di nampan beralas kertas roti. Diamkan hingga coklat menjadi beku (masukin chiller bisa sangat membantu, terutama untuk Surabaya nan panas).

  • Kletek dari kertas roti, simpan di toples. Jangan lupa kalo nyusun berlapis diberi selembar plastik ato kertas roti diantara tiap lapisan agar ngga saling bergesek & bikin penampilannya jadi kusam

  • Note:
    Sengaja pake sodet, bukan sendok biar ngaduknya gampang dan bisa menyapu2 dasar & pinggiran wajan saat mengaduk dengan campuran isi.
    Isian bisa divariasi sesue slera. Kalo gak suka kelapa bisa diskip. Isian bisa pake kurma, dried apricot, pecan, pistachio dll. Tapi gue gak suka mixed fruit siap pake, mixed fruit yang di TBK kita seringkali aromanya aneh dan gak matching dengan milk & karamel.
    Bisa dibentuk bars atopun dibikin bentuk permen (seukuran permen fox rada panjang dikiit), kalo bentuk permen maka ngegilingnya rada tebel biar bisa gendut2

    Friday, May 12, 2006

    Puding Panas Pandan Kelapa



    PUDING PANAS PANDAN KELAPA
    Idenya paduan dari Pipis Kopyor dan Puding Roti. Dengan tambahan pandan serta kelapa muda yang berlimpah, puding panas ini menjadi sedap dan legit, paduan abadi cocopandan yang tak pernah usang. Atur jumlah santan sesuai jenis rotinya, kalo roti terlalu ringan dan menyerap banyak cairan maka santan bisa ditambah hingga mencapai 400-450ml. Takaran gula mengikuti selera gue yang gak suka yang terlalu manis maka silakan ditambah sendiri

    Bahan:
    1 bungkus roti tawar (mo berkulit ato gak, terserah)
    1/3 butir kalapa tua, parut
    4 butir telur
    75 gr gula pasir ato sesue slera
    ½ sdt garam
    Blender, peras & saring:
    10 lembar daun pandang wangi
    6 lembar daun suji
    300-450 ml air kelapa muda (tergantung daya serap rotinya, atur sendiri lah ya)
    Aduk rata, diamkan 15 menit:
    3 butir kelapa muda, keruk pake sendok teh
    1½ sdt esens kelapa, ato cocopandan juga bisa
    75 gr gula pasir
    Alat:
    Loyang 22x22x4 cm, alasi dengan plastik ato daun pisang di dasarnya ajah
    Kukusan yang muat dengan loyang (gue pake langseng)
    Cara:
  • Buat santan dari kelapa parut menggunakan air pandan

  • Siapin kukusan, naikin ke api. Sambil nunggu panas kita kerjain si puding

  • Ambil 3-4 lembar roti tawar, susun di dasar loyang (yang udah dialas daun pisang/plastik) hingga tepat menutup dasarnya. Kalo perlu rotinya bisa dipotong agar match. Iris2 sisa roti tawar bentuk dadu.

  • Kocok lepas: telur, gula dan garam sambil dituangi santan dikit2 sampe rata dan gula larut

  • Masukin irisan roti dan campuran kelapa ke dalam kocokan telur, aduk pelan dan rata pake spatula ato sendok kayu. Jangan terlalu napsu ngaduknya, ntar rotinya ancur

  • Tuang ke loyang yang udah beralas roti, ratakan permukaannya

  • Masukin kukusan yang udah mendidih, kukus 30 menit. Angkat & sajikan hangat

  • Note:
    Kalo disajikan panas/hangat, kudu disendokin, gak bisa dipotong karena terlalu lembek.
    Bisa disajikan dingin, masukin kulkas hingga dingin, bisa dipotong2 dengan rapi.
    Sengaja gak pake pasta pandan karena kalo dikukus bareng roti rasanya jadi kabur, kalah oleh roti dan kelapa. Kalo takaran pastanya ditambah, warnanya jadi genjreng bin norak.
    Penggunaan esens kelapa untuk menguatkan karakter kelapa. Bisa dihilangkan dan tetep enak kok.
    Sengaja pake loyang tipis karena kalo terlalu tebal penyajiannya kurang menarik.
    Bisa pula dicetak individual pake mangkuk2 kecil tahan panas

    Wednesday, April 26, 2006

    Soto Daging Madura



    SOTO DAGING MADURA
    Hehehe... satu lagi resep nenek moyang dari madura. Soto madura sangat terkenal loh... Kalo pengen rasanya bener2 otentik, masaknya harus pake kuali tanah liat dengan api dari bahan bakar kayu. Hmmm... bener2 sedep & aromatic! Tapi, hari gini sapa seh yang rela naro kuali tanah liat plus tungku arang di dapur hihihihi...
    Bahan:
    500 gr daging sandung lamur
    1 liter air
    2 batang daun prei ukuran sedang, iris kasar
    2 tangkai seledri, simpul
    6 butir telur ayam rebus
    1 sdm beef stock powder
    2 sdt garam /secukupnya
    1 sdt gula pasir /secukupnya
    Minyak sayur untuk menumis
    Bumbu halus:
    4 cm jahe
    3 cm kunyit
    7 butir bawang merah, iris kasar & tumis
    5 siung bawang putih, iris kasar & tumis
    5 butir kemiri
    Pelengkap:
    Kecap asin
    Kecap manis
    Jeruk nipis, belah2
    Krupuk udang
    Taburan:
    Bawang merah goreng
    Seledri, iris halus
    Sambal rebus:
    2 buah cabe merah, iris kasar
    Cabe rawit sesue slera
    3 butir kemiri
    Garam secukupnya
    Cara:
  • Didihkan air, masukkan daging. Rebus sampe setengah matang, tiriskan daging. Biarkan kaldu diatas api kecil. Potong-potong daging seukuran single bite, sisihkan.

  • Panasin minyak, tumis bumbu halus sampe wangi & matang. Masukin potongan daging, aduk rata.

  • Masukin tumisan ke dalam kaldu bersama telur rebus. Bumbui beef stock, garam, gula & seledri. Masak sampe daging mulai empuk (kalo kuahnya kurang, tambahin air panas).

  • Masukkan daun prei, tutup rapat sampe semuanya masak. Angkat dan sajikan.

  • Sambal:
    Rebus semua bahan kecuali garam. Tiriskan & haluskan bersama garam, beri air perebus cabe
    2-3 sdm, aduk rata.
    Penyajian:
    Tiriskan telur & belah dua. Letakkan beberapa potong daging di mangkuk kecil2, beri telur, siram dengan kuah. Taburi seledri & bawang goreng. Sajikan dengan kecap manis, kecap asin, jeruk nipis & sambal yang ditempatkan terpisah, lengkapi dengan nasi hangat & krupuk udang.
    Tips:
  • Kalo mo lebih sedep, gantikan 200gr daging dengan 400gr tulang2 berdaging (misal: iga, buntut)

  • Kalo ngga berpantang jerohan, ganti 300gr daging dengan jerohan sapi (usus, babat, paru, limpa). Rebus jerohan sampe setengah matang, buang airnya (mengurangi amis & kadar oksalat) lalu satukan bersama daging, olah sesuai resep.
  • Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...